Overview
Tanggung Jawab:
- Merencanakan, mengelola, dan melaksanakan audit internal yang komprehensif untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian internal, manajemen risiko, dan proses tata kelola di seluruh organisasi
- Mengidentifikasi area-area untuk perbaikan dan memberikan rekomendasi yang konstruktif untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat kerangka pengendalian
- Memantau tindak lanjut atas temuan audit dan rekomendasi, memastikan masalah yang teridentifikasi telah ditangani dengan tepat
- Menyusun rencana audit tahunan berbasis risiko dan melaporkan temuan audit secara berkala kepada manajemen dan komite audit
- Menjaga hubungan yang efektif dengan pemangku kepentingan internal, termasuk tim manajemen dan komite audit, untuk memahami prioritas organisasi dan menyampaikan temuan audit secara tepat
- Memastikan fungsi audit internal mematuhi standar profesional dan praktik terbaik dalam audit internal
Persyaratan:
- Gelar Sarjana Akuntansi atau bidang terkait, dengan sertifikasi audit internal yang relevan, seperti Certified Internal Auditor (CIA) atau Qualified Internal Auditor (QIA)
- Minimum 8 tahun pengalaman dalam manajemen audit internal atau konsultasi manajemen, dengan pemahaman yang mendalam tentang pengendalian internal, manajemen risiko, dan praktik tata kelola terbaik
- Kemampuan analitis yang kuat, keterampilan komunikasi yang baik, dan kemampuan untuk bekerja sama dengan tim lintas fungsi
- Pengetahuan tentang peraturan dan praktik terbaik dalam audit internal di sektor nirlaba
- Kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko, serta memberikan solusi yang praktis dan dapat diimplementasikan
- Fleksibilitas, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan manajemen proyek yang solid
Salary
Tunjangan Hari Raya (THR)
About Yayasan Buddha Tzu Chi Wiyata
Pendiri Yayasan Tzu Chi adalah Guru Cheng Yen, seorang biarawati Buddha yang prinsip-prinsipnya adalah menumbuhkan kebaikan, welas asih, kegembiraan, dan pemberian tanpa pamrih. Dengan tekad kuat-Nya untuk membebaskan semua makhluk hidup dari penderitaan, pada tahun 1966, Beliau mendirikan sebuah organisasi amal untuk membantu semua orang sebagai bagian dari misi besar-Nya.
Dengan prinsip-prinsip dasar ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kejujuran, Guru Cheng Yen mulai mengumpulkan dana amal. Semua dana dari donatur sepenuhnya digunakan untuk misi amal. Ajaran Buddha membimbing jalan para anggota Tzu Chi. Mereka mempraktikkan Dharma dalam kehidupan sehari-hari mereka dengan tulus.